
Pengujian kekerasan suatu benda, mengetahui sifat mekanis suatu material. pengukuran hanya dapat dilakukan pada satu titik atau satu daerah saja, dengan melakukan uji kekerasan kita bisa mengetahui seberapa kuat atau rapuh nya benda tersebut

Pengujian yang dilakukan untuk memeriksa kebocoran dan kekedapan dari hasil las. Prinsip dari vacuum test sendiri adalah udara bertekanan

Pengujian Hydrostatic Test adalah uji kekuatan tekanan melebihi titik stress material dengan menggunakan air kualitas tertentu pada tekanan 1.5 kali design pressure. Air yang digunakan harus memenuhi kriteria keasam-basa-an pH dan kandungan chloride yang terlarut di dalamnya. Karena kandungannya mempengaruhi korosi material pipa. Pneumatic Test adalah uji kekuatan tekanan melebihi titik stress material dengan menggunakan udara kualitas tertentu pada tekanan 1.1 kali design pressure. Udara yang digunakan harus memenuhi kualitas udara tertentu yaitu tingkat kekeringannya dan kandungan olinya. Ingat untuk meningkatkan tekanan sering digunakan mesin kompressor. Udara yang terlalu basah membahayakan material bagian dalam pipa karena efek korosinya. Sehingga keluaran kompressor harud di drying dengan dryer. Meskipun bisa juga diatasi nanti pada inal phase yaitu blowing.

Pengujian untuk dapat mendeteksi cacat di permukaan dan bawah permukaan pada material. Eddy Current Testing menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Medan listrik dipancarkan dari arus bolak balik, ketika terdapat cacat pada material maka medan listrik akan berubah dan akan terbaca pada alat pengukur impadance.

Pengujian mengunakan perangkat optik yang terdiri dari tabung kaku atau fleksibel dengan lensa mata pada salah satu ujungnya, lensa objektif di sisi lain dihubungkan oleh sistem optik relay. inspeksi visual jarak jauh yang dapat memeriksa struktur kecil yang sulit terlihat atau diakses

X – Ray dan Gamma Ray adalah suatu gelombang ELECTROMAGNETIC dengan tingkatan energy Radiasi sebagai berikut

Pengujian yang dilakukan untuk mendeteksi/ memeriksa cacat –cacat diskontinuitas permukaan dengan keluarnya pewarna berwarna atau luoresen dari cacat.

Pengujian yang dilakukan untuk mendeteksi/ memeriksa cacat –cacat yang berada permukaan dan sub-surface (dibawah permukaan) dari material yang bisa di magnetisasi.

Merupakan teknik pengujian tidak merusak canggih (advanced NDT) yang menggunakan satu set probe dari pengujian ultrasonic (UT) yang terdiri dari banyak elemen kecil. Teknik pengujian ini menggunakan transduser “array” multi-elemen khusus dan mengirimkan elemen tersebut secara terpisah dengan urutan yang memiliki pola tertentu, dikenal dengan sebutan “phasing”.

Pengujian untuk menganalisa komposisi kimia pada material dengan cara membaca
persentase elemen yang ada pada material tersebut. Metode khas untuk PMI, termasuk
fluoresensi sinar X atau X-ray luorescence (XRF) dan spektrometri emisi optik (OES).